Indonesia terus menjadi magnet wisata dunia, bukan hanya karena pantai atau gunungnya, tetapi juga karena munculnya destinasi baru yang menghadirkan ketenangan dan suasana autentik. Tahun 2026 diprediksi akan menjadi tahun bangkitnya wisata pedesaan, dan salah satu nama yang mulai naik daun adalah Desa Puncak Sagara. Sebuah lokasi yang belum banyak dilirik, namun pelan-pelan mulai mencuri perhatian para traveler yang ingin menjauh dari hiruk-pikuk kota besar.
Meski namanya belum terlalu populer seperti Ubud atau Bromo, desa ini menawarkan apa yang sering dicari oleh wisatawan modern: ruang tenang, suasana alami, udara yang masih bersih, dan penduduk lokal yang ramah. Kehadiran jalur trekking ringan dan panorama perbukitan membuat Desa Puncak Sagara semakin cocok sebagai pelarian untuk weekend panjang maupun liburan santai.
Daya Tarik Utama Desa Puncak Sagara
Desa Puncak Sagara berada di wilayah perbukitan yang tidak terlalu tinggi namun tetap memanjakan mata. Keunggulan utamanya bukan sekadar lanskap, tetapi pengalaman utuh yang ditawarkan kepada pengunjung.
1. Lanskap Perbukitan yang Belum Tersentuh
Pemandangan hamparan lembah hijau, bukit berundak, dan kabut tipis di pagi hari menjadi alasan utama banyak traveler mulai membicarakan destinasi ini. Foto-foto dari wisatawan pertama yang berkunjung pun mulai beredar di media sosial, menggambarkan betapa alami dan tenangnya suasana di sana.
2. Trekking Ringan yang Aman untuk Pemula
Desa Puncak Sagara menghadirkan jalur trekking yang tidak terlalu terjal, sehingga cocok untuk keluarga, pemula, atau wisatawan yang hanya ingin menikmati alam tanpa tantangan ekstrem. Jalur ini biasanya memakan waktu 45–60 menit, melewati area persawahan, jembatan bambu, dan hutan kecil yang penuh suara burung.
3. Homestay Berkonsep Tradisional
Banyak rumah warga yang kini disulap menjadi homestay sederhana namun nyaman. Para tamu dapat merasakan pengalaman tinggal bersama keluarga lokal, makan masakan rumahan, hingga belajar membuat kerajinan tangan khas desa.
4. Spot Sunrise dan Sunset Baru
Traveler yang suka fotografi sering berburu lokasi baru, dan Desa Puncak Sagara punya dua spot favorit:
Bukit Singkup untuk sunrise
Tanjakan Lembayung untuk sunset
Keduanya menawarkan sudut pandang yang luas, cocok untuk timelapse atau sekadar menikmati momen tanpa distraksi.
Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan
Desa ini mungkin kecil dan sederhana, tapi aktivitas yang bisa dilakukan cukup beragam. Banyak turis merasa pengalaman di sini lebih “manusiawi” dan tidak terasa wisata massal seperti destinasi mainstream.
1. Wisata Kuliner Lokal
Menu yang populer antara lain:
Nasi liwet panci tanah liat
Ikan bakar daun salam
Wedang jahe gula aren
Ubi rebus dengan kelapa muda
Semuanya disajikan dengan bahan segar hasil panen warga.
2. Belajar Bertani dari Warga
Beberapa paket wisata menawarkan pengalaman turun langsung ke sawah atau kebun. Wisatawan bisa mencoba menanam sayuran, memanen padi, hingga melihat proses pengolahan hasil bumi.
3. Workshop Kerajinan Tradisional
Pengunjung dapat mengikuti kelas singkat membuat anyaman bambu, kerajinan rotan, atau batik sederhana. Aktivitas ini menjadi favorit wisatawan mancanegara karena memberikan nilai budaya yang kuat.
4. Jelajah Sungai Ringan
Ada sungai kecil dengan arus perlahan yang cocok untuk bermain air atau sekadar duduk menikmati suara gemericik yang menenangkan pikiran.
Akses Menuju Desa Puncak Sagara
Walau belum sepopuler tempat wisata besar, akses menuju desa ini relatif mudah. Dari pusat kota terdekat, perjalanan hanya memakan waktu sekitar 1 jam menggunakan kendaraan pribadi atau ojek lokal.
Jalan menuju desa sebagian besar sudah diperbaiki, meski ada beberapa bagian yang masih berupa jalan tanah. Justru kondisi inilah yang membuat sensasi perjalanan terasa lebih natural.
Rekomendasi Waktu Terbaik untuk Berkunjung
Waktu yang ideal untuk datang ke Desa Puncak Sagara adalah:
April – Agustus
Cuaca cerah, cocok untuk trekking dan aktivitas luar ruangan.
Oktober – Desember
Musim kabut pagi yang indah, cocok untuk fotografi.
Jika ingin suasana sepi, datanglah di hari kerja. Akhir pekan mulai ramai dengan wisatawan lokal.
Kesimpulan
Desa Puncak Sagara adalah destinasi baru yang punya potensi besar untuk menjadi pusat wisata pedesaan modern di tahun 2026. Keindahan alam, ketenangan suasana, serta pengalaman autentik bersama warga menjadikannya pilihan yang cocok bagi traveler yang ingin rehat dari kehidupan kota tanpa harus jauh-jauh ke luar negeri.